"Mahfud MD lebih banyak muncul di ruang publik atau media. Namun dari sisi Jawa dan Nahdhatul Ulama (NU), Gus Ipul lebih representatif," kata pengamat politik dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Adjie Alfaraby, kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Sabtu, 14/12).
Di kalangan NU, Adjie melihat Gus Ipul juga diterima lintas kalangan, baik generasi tua atau para kyai, maupun juga generasi muda. Dari sisi personal, komunikasi Gus Ipul juga sangat cair dan terbuka, dan dipastikan bisa diterima kelompok partai lain.
"Pilkada Jawa Timur cukup membuktikan potensi Gus Ipul yang sangat besar," kata Adjie, sambil menyarankan agar Gus Ipul juga mulai sering tampil di media.
Untuk pertama kali, wacana menduetkan Aburizal dengan Gus Ipul disuarakan oleh Wasekjen DPP Golkar, Lalu Mara Satria Wangsa. Lalu Mara punya cukup banyak alasan mengapa menilai sosok Gus Ipul untuk mendampingi ARB. Selain masih muda, Gus Ipul juga terbukti dalam dua Pilkada di Jatim bersama pasangannya Pak Karwo memenangkan Pilkada dua kali. Selain itu Gus Ipul juga merupakan tokoh pemuda yang pernah memimpin organisasi kepemudaan nasional GP Ansor, dan juga pernah menjabat menteri pada Kabinet Indonesia Bersatu I.
[ysa]
BERITA TERKAIT: