"Semua cerita diputarbalikkan di skenario film, bukan menceritakan kebesaran Soekarno, tapi ketokohan Syahrir," kata puteri Bung Karno, Rachmawati Soekarnoputri, dalam keterangannya Kamis malam (12/12).
Di antara cerita itu, misalnya salah satu adegan yang menggambarkan pada malam 16 Agustus 1945. Di malam itu, naskah proklamasi disusun bersama-sama antara Soekarno dan Hatta. Rachmawati menolak adegan ini.
Rachmawati, yang juga pendiri Yayasan Bung Karno, juga tidak menyetujui adegan saat Soekarno ditempeleng tentara Jepang. Saat ditempeleng tentara Jepang karena menolong warga yang ditembak, Soekarno dibela pimpinan tentara Jepang.
"Banyak informasi dan cerita dalam film Soekarno yang menyesatkan. Saya keberatan," kata Rachmawati, yang sejak awal tak setuju Ario Bayu sebagai Soekarno.
Sejak awal, Rachmawati Soekarnoputri merasa dilangkahi Hanung Bramantyo dan Raam Punjabi yang tidak menepati kerjasama. Sejak awal proses persiapan film pula, Rachmawati menilai film ini telah melecehkan Soekarno.
[ysa]
BERITA TERKAIT: