Gusdurian Menuntut Keadilan, Mengapa Belum Juga Memproses SBY Secara Hukum dan Politik  

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Kamis, 12 Desember 2013, 12:58 WIB
Gusdurian Menuntut Keadilan, Mengapa Belum Juga Memproses SBY Secara Hukum dan Politik  
gus dur
rmol news logo Empat skandal korupsi besar yang menjadi perhatian publik, yaitu kasus bailout Bank Century, Hambalang, suap daging sapi impor, dan SKK Migas, diam-diam mengusik hati kaum Gusdurian, sebutan bagi para pecinta dan pengikut Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid).

"Mereka (Gusdurian) tahu dari sidang Tipikor maupun pemeriksaan KPK yang diberitakan media massa, episentrum empat skandal korupsi besar itu ternyata di Istana dan kediaman Presiden Yudhoyono di Cikeas. Nama anak Yudhoyono dan sejumlah nama orang presiden juga disebut-sebut sebagai. master mind (otak) kejahatan itu," ungkap Adhie M Massardi kepada wartawan di Jakarta siang ini (Kamis, 12/12).

Menurut Jubir presiden era Gus Dur ini, yang membuat Gusdurian terusik adalah, meskipun sudah terang benderang korupsi besar itu melibatkan orang-orang presiden, seperti Bunda Putri I (Non Saputri) dan Sengman dalam kasus suap daging sapi impor, Bunda Putri II (Bu Pur alias Sylvia Sholeha) dalam kasus Hambalang, Rudy Rubiandini dan Jero Wacik dalam suap SKK Migas serta Boediono dan Sri Mulyani dalam kasus Bank Century, tapi belum ada yang secara hukum maupun politik mempertanyakan kemungkinan keterlibatan Yudhoyono.

Padahal dulu, sebagaimana terekam kuat dalam ingatan kaum Gusdurian, DPR merasa perlu membuat Pansus Dana Yanatera Bulog (Buloggate) untuk menyelidiki kemungkinan keterlibatan Presiden Gus Dur hanya karena Suwondo, yang "meminjam" uang Rp 35 miliar dari Wakil Kepala Bulog waktu itu, Sapuan, mengaku teman dan tukang pijat Gus Dur.

"Para Gusdurian itu kan juga tahu persis bahwa orang-orang yang sudah masuk bui karena terbukti merampok uang negara puluhan hingga ratusan miliar rupiah, seperti Andi Mallarangeng, Nazaruddin, Angelina Sondakh, Hartati Murdaya itu kan ribuan persen asli orangnya Presiden Yudhoyono, tercatat sebagai anggota kabinet atau petinggi partainya presiden," tutur Koordinator Gerakan Indonesia Bersih ini.

Makanya, Sekjen Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia ini sepakat dengan tokoh-tokoh Gusdurian seperti Zastrouw Al-Ngatawi, KH Maman Imanulhaq, Galih F Qurbany dan Ketum PMII Jatim Fairouz Anggasuto, yang dalam memperingati haul Gus Dur akhir Desember ini memakai tema “Gusdurian Menuntut Keadilan”.

Makanya, jangan heran bila dalam peringatan empat tahun wafatnya Gus Dur nanti, para Gusdurian di seluruh Tanahair akan menggelar serangkaian kegiatan melawan korupsi di Istana.

“Bentuknya terserah mereka masing-masing. Bisa diskusi, sarasehan atau aksi anti-korupsi di pusat-pusat kota atau di kantor-kantor partai yang pengurusnya banyak yang terlibat korupsi,” pungkas Adhie.[dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA