Susun Kurikulum Islam Damai, Kiai Muda se-Indonesia Gelar Halaqah

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Rabu, 11 Desember 2013, 21:58 WIB
RMOL. Wahid Institute mengundang kiai muda se-Indonesia untuk menghelat halaqah (diskusi) nasional yang bertujuan merancang kurikulum pendidikan Islam damai. Halaqah ini akan dihadiri 35 kiai muda dari seluruh Indonesia.

"Tantangan bagi pesantren-pesantren tradisional saat ini yaitu tumbuhnya pesantren yang menyebarkan pemahaman Islam radikal. Oleh sebab itu, kita mengadakan halaqah," kata ketua panitia halaqah, Badrus Samsul Fata dalam keterangannya, Rabu (11/12).

Menurutnya, halaqah dengan tema 'Penguatan Kurikulum dan Perangkat Pengajaran Pesantren Berbasis Islam Damai', ini digelar di Hotel Sheraton Mustika, Yogyakarta dari Kamis-Minggu 12-15 Desember 2013.

Sejumlah pembicara akan mengisi rangkaian halaqah ini. Mereka antara lain; Direktur the Wahid Institute Yenny Zannuba Wahid, Kapuslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan Kemenag Pusat Prof. DR Abdurrahman Mas'ud dan Seknas Jaringan Nasional Gusdurian Alissa Wahid.

Pada akhir halaqah, jelas Badrus, para kiai muda pesantren itu akan melahirkan rancangan kurukulum pesantren yang  berspektif toleransi dan  perdamaian. "Sebenarnya kurikulum ini sudah mengakar dalam pesantren-pesantren tradisional. Halaqah ini bertugas menyusunnya," jelas Badrus. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA