JCI Usung Kebangkitan Global Indonesia Lewat Laut

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Rabu, 11 Desember 2013, 19:57 WIB
JCI Usung Kebangkitan Global Indonesia Lewat Laut
foto:net
rmol news logo Hari Nusantara yang digelar pada 13 Desember mendatang harus dijadikan momentum kebangkitan global Indonesia. Hal ini dapat dimulai dengan meningkatkan kekuatan kompetitif Indonesia di sektor pariwisata Indonesia, khususnya wisata bahari, juga di sektor perikanan.

Sebab bahari merupakan salah satu sumber daya alam di Indonesia  yang memiliki potensi besar. Laut Indonesia memberikan manfaat yang sangat besar bagi kelangsungan hidup masyarakatnya.

Menurut Presiden Terpilih Junior Chamber International (JCI) Indonesia, Heru Cokro, Indonesia dianugrahi alam yang indah. Maka sudah seharusnya bangsa ini berbangga diri. Sumber daya alam bahari Indonesia, baik dari segi keindahan maupun kekayaannya, tidak kalah atau bahkan lebih jika dibandingkan dengan negara-negara lain.

Dalam bidang pariwisata, Heru merujuk pada tren positif pariwisata global pada tahun 2013. Berdasarkan data yang dirilis oleh United Nations World Tourism Organization (UNWTO), pada semester pertama saja, pariwisata global tumbuh 5 persen atau hampir mencapai 500 juta wisatawan. Padahal dengan kondisi ekonomi dunia yang tidak menentu, pariwisata global hanya diprediksi meningkat pada angka 3-4 persen.

Heru mengatakan, dengan meningkatnya pariwisata global, Indonesia memiliki peluang yang sangat besar untuk menjadi tujuan wisatawan mancanegara berkunjung ke Indonesia.

"Kita memiliki begitu banyak laut dan pantai yang indah, sumber daya ini harus dikelola dengan baik sehingga bisa lebih menarik lagi bagi para wisatawan mancanegara," katanya dalam keterangannya (Rabu, 11/12)

Heru memastikan apa yang dikatakannya tidak berlebihan. Hal ini bisa dilihat dari tingginya antusias negara-negara lain pada acara Sail Komodo tahun ini. Acara yang bertujuan untuk mempromosikan wisata bahari Nusa Tenggara Timur ini diikuti oleh 129 kapal dari 15 negara. Sebelumnya, pada Sail Morotai yang diadakan tahun lalu diikuti oleh 74 Kapal dari 16 Negara. Hal ini menunjukkan, Indonesia salah satu negara tujuan yang menarik bagi negara-negara lain.

"Tahun lalu, wisatawan asing yang datang ke Indonesia mencapai 8 juta jiwa. Jika terus berbenah diri, target yang dicanangkan pemerintah untuk mendatangkan 9 juta jiwa pada tahun ini akan tercapai, bahkan bisa melebihi target yang sudah ditetapkan," ujarnya.

Sementara dalam bidang perikanan, Heru mengatakan Indonesia juga memiliki potensi besar. Saat ini, pendapatan Indonesia dari perikanan tercatat sekitar Rp 57,69 triliun atau setara 6,48 persen PDB 2012. Bahkan, menurut data Direktorat jenderal  Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Indonesia menduduki peringkat lima dunia sebagai ekportir ikan hias setelah setelah Ceko, Thailand, Jepang, dan Singapura dengan nilai pendapatan USD 60 juta - 65 juta  atau setara dengan  Rp600 miliar.

"Dengan meningkatnya jumlah wisatawan dunia setiap tahunnya ke Indonesia dan potensi perikanan yang besar, sebagai bangsa kita tentu harus berbangga diri. Sumber daya laut yang kita miliki, baik dari segi pariwisata mau pun sisi ekspor perikanan, menjadi salah satu potensi besar untuk bisa bersaing dengan negara lain di pasar global," demikian Heru Cokro. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA