Candi dan Masjid yang Berdampingan, Gambaran Indonesia Hidup Damai

Dzikir dan Doa Bersama Tiga Tokoh Islam

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Minggu, 08 Desember 2013, 06:56 WIB
Candi dan Masjid yang Berdampingan, Gambaran Indonesia Hidup Damai
Masjid Al Muttaqun/net
rmol news logo Tiga tokoh umat Islam, Ustadz Arifin Ilham, Habib Luthfi bin Ali bin Yahya dari Pekalongan dan Hidayat Nur Wahid, akan bersanding di dalam acara Tabligh Akbar, Dzikir dan Doa peringatan 100 tahun Masjid Raya Al Muttaqun, Prambanan, Klaten, Ahad pagi (8/12) mulai pukul 08.00 WIB.

Tabligh Akbar, Dzikir dan Doa ini digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan 100 tahun berdirinya masjid Al Muttaqun. Sebelumnya, pada Minggu lalu (10/11), digelar seminar manajemen masjid yang menghadirkan Ketua Dewan Masjid Indonesia, Jusuf Kalla.

Masjid Al Muttaqun berdiri sejak seabad lalu di Jalan Yogya-Solo, tepat seberang jalan di depan Candi Prambanan. Ketika gempa besar melanda Yogya dan Klaten pada tahun 2006, masjid Al Muttaqun rusak parah. Hidayat sebagai warga Kebon Dalem Kidul, Prambanan, Klaten yang juga menjadi Ketua Dewan Pembina Yayasan Masjid Al Muttaqun kemudian memprakarsai renovasi masjid ini.

Dengan bantuan sejumlah pihak, termasuk sumbangan dari Presiden SBY, masjid ini kini berdiri megah dan menjadi landmark baru di wilayah Prambanan selain candi yang sudah lebih dulu berdiri.

"Berdampingannya candi dan masjid ini adalah gambaran betapa bangsa Indonesia sejak dulu selalu dapat hidup damai meski berbeda keyakinan," tutur Hidayat seperti dalam rilisnya. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA