Direktur Pemberitaan LKBN Antara Akhmad Kusaeni melihat media belakangan ini tampak jenuh memberitakan kasus korupsi karena koruptor tidak ada habis-habisnya, ditangkap satu tumbuh seribu.
"Akibatnya, media mencari angle sisi hiburannya, bukan substansinya. Makanya tersangka korupsi diberitakan bak selebriti," kata dia dalam diskusi "Sinergi Kampanye Pendidikan Anti Korupsi" di Bandung (Jumat, 6/12).
Karena kejenuhan tersebut, tambah Kusaeni, wartawan kini lebih suka memberitakan hal-hal yang menariknya, seperti berapa banyak mobil mewah milik tersangka korupsi, dan siapa saja wanita-wanita di sekitarnya.
Dicontohkan dia, dalam kasus suap Pilkada Lebak yang dikaitkan dengan Gubernur Banten Ratu Atut, pemberitaan yang diramaikan mengenai berapa biaya perawatan wajah, tas jinjing Hermes koleksi Atut, atau dimana sang gubernur belanja arloji mewah.
Menurut Kusaeni, penindakan adalah sexy buat media, sementara pencegahan kurang menarik untuk diberitakan.
Selain Kusaeni, tampil sebagai narasumber diskusi Juru Bicara KPK Johan Budi dan Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika Freddy H Tulung.
Johan Budi dan Freddy Tulung membenarkan bahwa liputan media soal korupsi lebih berat kepada aspek penindakannya, ketimbang upaya pencegahannya.
"Tapi penangkapan-penangkapan terhadap tersangka ternyata tidak menimbulkan efek jera. Korupsi terus berlangsung dengan skala meningkat dari segi jumlah uang yang dikorupsi maupun tersangkanya," katanya.
"Dulu KPK menangkap bupati bisa jadi berita utama. Sekarang gubernur, anggota DPR, pimpinan partai, menteri, ketua MK kita tangkap, sudah biasa," kata Johan Budi.
Berdasarkan pantau Kemeninfo atas berita-berita media tentang korupsi, sebanyak 75 persen berita yang diteliti terkait dengan penindakan. Sisanya, 25 persen berita korupsi terkait dengan pencegahan dan pendidikan budaya anti korupsi.
"Media sebaiknya tidak menjadikan liputan korupsi hanya dari segi penindakan, apalagi cuma yang terkait dengan hiburannya," ajak Freddy Tulung.
[dem]
BERITA TERKAIT: