Apalagi salah satu kementerian yang relatif baru dalam konsep itu adalah Kementerian Maritim. Hal ini merupakan sebuah terobosan yang fundamental bagi Indonesia sebagai negara kepulauan yang luas lautnya 2/3 dari total wilayahnya.
"Selain itu posisi geografisnya yang sangat strategis memberikan peluang yang besar bagi Indonesia untuk bermetamorfosis menjadi negara maritim yang besar," kata Direktur Eksekutif IMI, Y Paonganan, dalam keterangan beberapa saat lalu (Jumat, 6/12).
Menurut Paonganan, sektor maritim harus menjadi salah satu prioritas negara yang harus dikelola secara baik dan bijak, karena masa depan Indonesia ada di laut. Sementara daratan sudah mulai tergerus karena ekploitasi yang berlebihan.
"Sudah saatnya potensi maritim menjadi andalan pembangunan bangsa, baik itu sosial budaya, ekonomi, politik dan pertahanan," tegasnya.
Bahkan lanjut Peonganan, zaman Orde Lama juga pernah ada Kementerian Maritim. Dan bila ditengok ke sejarah jaman itu, armada niaga dan armada pertahanan laut begitu kuat serta riset-riset kelautan yang cukup baik.
"Namun pada jaman Orde Baru, Kementerian Maritim di hilangkan karena peembangunan difokuskan ke agraris dan industrialisasi," bebernya lagi.
Namun demikian, Paonganan mengingatkan agar konsep Kementerian Maritim jangan hanya mengganti nama Kementerian Kelautan dan Perikanan yang tugasya sebagian besar mengurusi perikanan yang potensinya hanya sebagian kecil dari potensi maritim sesungguhnya.
[ysa]
BERITA TERKAIT: