Boediono 100 Persen Tidak Mulia dan Tidak Ksatria

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Kamis, 28 November 2013, 07:50 WIB
Boediono 100 Persen Tidak Mulia dan Tidak Ksatria
boediono/net
rmol news logo Istilah tindakan mulia yang digunakan mantan Gubernur Bank Indonesia Boediono merujuk keputusannya mengubah peraturan BI yang memungkinkan penggelontoran dana talangan untuk Bank Century pada 2008 lalu masih jadi pembicaraan.

Diksi tindakan mulia yang digunakan Boediono dianggap terlalu mengada-ada. Karena sesungguhnya yang diperlihatkan Boediono justru merupakan tindakan tidak ksatria dengan mengorbankan anakbuahnya di Bank Indonesia.

"Saya kasihan dengan Pak Budi Mulya, Ibu Siti Fadjriyah dan yang lain-lain (mantan anakbuah Boediono di BI). Masak harus ada sembilan sampai sepuluh pejabat Bank Indonesia masuk penjara baru Pak Boediono mengaku (bersalah dalam bailout Bank Century)," ujar Ketua Kamar Dagang dan Industri dalam pembicaraan dengan mahasiswa Indonesia yang sedang mengikuti simposium internasional di Bangkok, Thailand (Rabu malam, 27/11).

"Dimana jiwa ksatrianya? Kok seperti tidak punya rasa malu?" ujar Rizal Ramli lagi.

Rizal Ramli juga mengatakan sebagai seseorang yang pernah berada di lingkungan birokrasi dia memahami betul bahwa keputusan-keputusan bernilai strategis tinggi selalu diambil oleh pimpinan. Sementara anakbuah biasanya hanya dimintai pendapat dan biasanya lagi memberikan masukan mengenai plus dan minus rencana keputusan yang strategis itu.

Hal yang sama, menurut hemat mantan Menteri Keuangan dan Menko Perekonomian itu, berlaku juga dalam proses pengambilan keputusan pemberian danatalangan untuk Bank Century pada 2008 lalu.

"Pak Boediono bersikap ksatrialah. Malu, anak buah sudah dipenjara padahal nggak ngerti apa-apa. Ibu Siti Fadjriyah sebagai Deputi Gubernur paling jujur sampai kena stroke. Sudah waktunya mengaku dan bersikap ksatria, melaksanakan ajaran luhur budaya Jawa," demikian Rizal Ramli. [dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA