Empat Pilar Bangsa Mengalami Erosi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Rabu, 27 November 2013, 07:38 WIB
Empat Pilar Bangsa Mengalami Erosi
foto:net
rmol news logo Empat pilar bangsa (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika) bukan sesuatu yang jatuh dari langit, namun digali dari kehidupan masyarakat Indonesia, sehingga seyogyanya nilai-nilai itu menjadi pegangan hidup dalam berbangsa dan bernegara.

"Empat Pilar harus menjadi way of life masyarakat," ujar Ketua Gereja Kristen Pasundan Jemaat Tanah Tinggi, Pendeta Hariman A. Pattania Kotta, saat memberi sambutan Sosialisasi Empat Pilar yang diselenggarakan di Gedung Nusantara V, Komplek Gedung MPR, Senayan, Jakarta (Selasa, 26/11). Acara itu juga dihadir puluhan peserta dari jemaat Pondok Cerdas Katalonia.

Jelas Hariman, saat ini nilai empat pilar mengalami degradasi. Empat pilar yang seharusnya menjadi nilai sekarang malah mengalami erosi. Diungkapkannya, sinetron dan film yang saat ini sedang tayang, latar nilai yang disuguhkan tidak jelas. Nilai yang dipesankan dalam sinetron dan film saat ini bukan nilai-nilai 4 Pilar tetapi nilai-nilai yang lain.

"Pembuat sinetron dan film kita nggak paham empat pilar. Nilai apa yang ditawarkan?" tegasnya.

Dalam masalah ekonomi, Hariman juga mengakui terjadinya nilai yang jauh dari empat pilar. Jumlah penduduk yang miskin dan kaya ada kesenjangan yang cukup dalam. Meski pertumbuhan ekonomi Indonesia baik namun realitanya di bawah masih terjadi hal yang demikian. "Pemerataan harus diperjuangkan," ungkapnya seperti dilansir dari mpr.go.id.

Dalam dunia politik pun demikian, di mana saat ini muncul pengerasan-pengerasan identitas politik. Untuk itu dirinya menyambut baik MPR ketika melaksanakan sosialisasi empat pilar.

"Mudah-mudahan 4 Pilar menginspirasi dan mengilhami kita," tandas Harman. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA