AKSI PENYADAPAN AUSTRALIA

Gerindra: Pemerintahan SBY Biasa Ribut Setelah Kecurian

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Selasa, 19 November 2013, 13:54 WIB
Gerindra: Pemerintahan SBY Biasa Ribut Setelah Kecurian
presiden sby/net
rmol news logo . Aksi penyadapan intelijen Australia terhadap SBY dan sejumlah menteri perlu dilihat dari berbagai sisi.

Satu sisi, tindakan penyadapan ini telah mencederai hubungan bilateral kedua negara. Namun, sisi lain, bukan tindakan yang bijaksana juga bila hanya bisa menyalahkan salah satu pihak saja.

"Jika kita disadap apakah si penyadap yang salah? Jika ada harta kita yang dicuri apakah si pencuri yang salah. Tentu saja tidak. Jika kita dapat menjaga milik kita dengan baik tentunya kasus penyadapan ini tak akan terjadi," kata Kepala Bidang Komunikasi dan Infomasi DPP Partai Gerindra, Ondy A Saputra, dalam keterangan beberapa saat lalu (Selasa, 19/11).

Menurut Ondy, sebaiknya bangsa Indonesia introspeksi diri dalam menjaga segala hal yang dimiliki. Namun memang sayang, pemerintahan SBY terbiasa berteriak dan ribut setelah kecurian.

"Perlu diingat bahwa hingga saat ini pihak asing terus mencuri kekayaan bangsa kita. Yang harus dipikirkan adalah bagaimana cara kita menjaga aset dan kekayaan bangsa agar tidak terus dicuri," tegas Ondy.

Ondy pun menjamin bahwa Prabowo merupakan sosok yang tepat bagi bangsa ini. Rakyat dapat memilih, apakah mau terus melihat kekayaan bangsa ini dicuri atau melihat bangsa ini berubah menjadi lebih baik dengan kepemimpinan yang kuat. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA