Yusril Ihza: Bila Saya Presiden, Saya Usir Dubes Australia

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Selasa, 19 November 2013, 07:44 WIB
Yusril Ihza: Bila Saya Presiden, Saya Usir Dubes Australia
yusril ihza/net
rmol news logo . Mantan Sekretaris Negara Yusril Ihza Mahendra menyesalkan sikap pemerintahan SBY yang lembek menyikapi aksi penyadapan Australia.

Yusril sendiri, sejak dulu, mengaku bersikap keras terhadap Australia yang suka bersikap seenaknya terhadap bangsa Indonesia. Sikap keras ini ditunjukkan karena Yusril tidak ingin Australia  mendikte Indonesia untuk kepentingan mereka, baik soal keimigrasian maupun soal imigran gelap.

"Makanya orang seperti saya tak disukai oleh negara-negara sejenis itu karena sikap saya yang keras terhadap mereka," kata Yusril dalam akun twitter-nya, Senin malam (18/11).

"Kalau saya yang jadi Presiden, sudah saya usir Dubes Australia yang salah gunakan fasilitas diplomatik dan meremehkan bangsa dan negara ini," sambung Yusril.

Yusril menilai langkah pemerintah Indonesia yang hanya mau memanggil Duta Besar Australia menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia sekarang ini masih bersikap lunak. Apalagi Dubes Australia hanya dipangil oleh Kemenlu untuk "koordinasi" yang tidak jelas apa maksudnya.

Yusril pun mengira, Dubes Australia dipanggil hanya untuk di-briefing mengenai sikap RI yang mengutuk penyalahgunaan fasilitas diplomatik untuk kegiatan spionase. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA