"PG memang dari dulu dikenal sebagai laboratorium penghasil calon pemimpin bangsa. Setiap kader wajib dekat dengan rakyat, bekerja dengan landasan filosopi karya-kekaryaan," kata Wakil Sekjen DPP Golkar, Tantowi Yahya, kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Senin, 18/11).
Pernyataan Tantowi ini terkait dengan hasil survei Lembaga Klimatologi Politik (LKP) yang menyebutkan bahwa banyak kader Golkar yang memiliki angka elektoral cukup tinggi. Berdasarkan survei LKP itu misalnya, angka elektabilitas Jusuf Kalla mencapai 15,2 persen; Priyo Budi Santoso 13,9 persen; Akbar Tanjung 7,9 persen; Fadel Muhammad 6,7 persen; Agung Laksono 4,2 persen; dan Idrus Marham 3,5 persen. Sedangkan elektabilitas Aburizal Bakrie sendiri 9,2 persen.
Sementara terkait dengan penilaian LKP bahwa elektabilitas partai terus meningkat, dan disaat yang sama elektabilitas capres Golkar, dalam hal ini Aburizal Bakrie, cenderung stagnan, Tantowi mengatakan bahwa hal ini terjadi karena semua caleg sedang giat melakukan sosialisasi di daerah pemilihan masing-masing. Dan ini tentu saja membuat Golkar semakin dekat dengan rakyat, sebagaimana termanifestasikan dalam survei LKP tersebut.
Tantowi sendiri tidak sepenuhnya setuju bila elektabilitas ARB, begitu Aburizal disapa, dinilai cenderung stagnan. Sebab meskipun memang berada di bawah eletbalitas partai, namun elektabilitas ARB juga secara konsisten terus naik.
"Dengan demikian tidak ada rencana DPP untuk mengevaluasi pencapresan ARB. Sebaliknya, setiap kader komit untuk memenangkan ARB dalam Pilpres mendatang. Dan ini adalah salah satu menu di Rapimnas V minggu ini," demikian Tantowi.
[ysa]
BERITA TERKAIT: