"Protes keras yang dilakukan pemerintah Indonesia hanya gertak sambal dan tidak mampu menunjukan karakter sebagaimana layaknya bangsa yang berkarakter," kata Ketua Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dn Putra Putri TNI Polri (GM FKPPI) DKI Jakarta, Arif Bawono, dalam keterangan beberapa saat lalu (Minggu, 3/11)
Seharusnya, ungkap Arif, protes pemerintah RI dibarengi aksi nyata berupa pemutusan hubungan diplomatik dan pengusiran duta besar kedua negara itu. Dan karena itu pula, GM FKPPI menuntut keras dan meminta klarifikasi oleh kedubes AS di Indonesia atas kegiatan spionase dan penyadapan. Boy juga meminta klarifikasi kedubes Australia atas peyadapan yang kedua kalinya dilakukan kepada Indonesia, setelah pertama kalinya dilakukan di kedubes Indonesia di Canbera Australia
Boy, begitu Arif disapa, mengusulkan kepada pemerintah untuk menolak dan mencabut izin IMB pembangunan gedung baru kedubes AS di Jakarta karena fasilitas tersebut telah terbukti menjadi pusat kegiatan spionase yang dilakukan oleh AS terhadap rakyat dan pemerintah Indonesia.
"Selidiki dan tangkap oknum atau pejabat Indonesia yang terindikasi terlibat skandal besar kegiatan spionase penyadapan di Indonesia yang telah membiarkan selama ini kegiatan spionase dan penyadapan ini terjadi, karena tidak ada tempat untuk pengkhianat dinegeri ini," tegas Boy, sambi mengancam akan menyerukan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk memboikot kegiatan bisnis dan pemerintahan AS dan Australia yang ada di Jakarta bila tuntutannya tidak dilakukan.
[ysa]
BERITA TERKAIT: