"Sejauh ini saya sadar betul apa yang saya sampaikan secara terbuka ke publik, lewat pers dan forum, tidak pernah menyerang Demokrat. Saya juga tidak akan berusaha menyerang Demokrat," kata Anas ketika diwawancara salah satu televisi swasta nasional, petang tadi (Minggu, 27/10).
Anas menyatakan perbedaan pikiran, gagasan dan ide terkait beberapa isu yang dilontarkannya dengan SBY bukan serangan pada Partai Demokrat, tapi sebagai dinamika biasa dalam demokrasi.
"Saya tidak punya kamus menyerang Partai Demokrat. Saya pernah pimpin Partai Demokrat hampir tiga tahun lamanya," imbuh Anas.
Bagi Anas, aneh kalau kritik yang dilontarkannya dianggap sebagai serangan. Sebab SBY sendiri selalu mengajarkan perlu terbukanya terhadap kritik.
"Saya pernah jadi muridnya Pak SBY. Dalam berbagai kesempatan Pak SBY mengatakan, Anas jadi politisi itu harus biasa dikritik," demikian Anas.
[dem]
BERITA TERKAIT: