Langkah tersebut diawali dengan menjadikan kadin sebagai wadah pengusaha yang berwibawa dan disegani. Jangan lagi menjadikan Kadin hanya semata-mata sebagai alat untuk memperoleh proyek-proyek dari pemerintah.
"Sebagai pengusaha boleh saja dan memang sudah seharusnya berbisnis termasuk mencari proyek. Tapi itu silakan secara individu, bukan organisasi. Kadin harus mampu mendorong dilahirkannya kebijakan-kebijakan untuk membangun Indonesia yang lebih baik," ujar Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, DR. Rizal Ramli, saat membuka Musyawarah Nasional VII Kadin Indonesia, di Hotel Manhattan Jakarta, Selasa (22/10).
Rizal mengatakan Kadin harus kembali ke fungsinya, yaitu sebagai kekuatan yang menodorong dilahirkannya kebijakan-kebijakan di bidang ekonomi. Jangan lagi Kadin hanya menjadi alat para para pengurusnya untuk memperoleh proyek seperti selama ini.
"Ketua dan pengurus Kadin harus benar-benar bekerja untuk seluruh anggotanya. Jangan cuma bangga ditenteng-tenteng Presiden atau menteri ke berbagai acara ini-itu, sementara secara substansial justru sama sekali tidak berperan," papar RR, demikian Rizal Ramli disapa, disambut tepuk tangan meriah peserta Munas.
Kadin dicontohkan Menko Perekonomian era Pemerintaha Abdurrahman Wahid ini, antara lain perlu melobi pemerintah menyediakan perumahan murah yang tidak jauh dari pusat-pusat industri bagi buruh. Selain itu, Kadin sebagai wadah pengusaha, harus bisa meyakinkan pemerintah tentang keharusan penyediaan sistem transportasi massal yang murah, aman, dan nyaman.
[dem]
BERITA TERKAIT: