Paling tidak, itu yang terekam oleh survei Indonesia Research Centre (IRC). Dalam survei terbaru IRC, posisi Ketua Dewan Pembina Gerindra disalip oleh Ketua Umum Hanura Wiranto. Artinya, tingkat elektabilitas Wiranto, yang merupakan mantan Panglima TNI, mengungguli elektabilitas Prabowo, yang merupakan mantan Danjen Kopassus.
"Sebuah fenomena politik yang unik. Sejarah seperti tergambar kembali, yaitu terjadinya persaingan politik yang seru antara mantan atasan dan bawahan di TNI," kata Peneliti IRC, Yunita Mandolang, dalam keterangan beberapa saat lalu (Selasa, 22/10).
Dalam survei IRC kali ini, elektabilitas pasangan Win-HT mencapai 10,6 persen, sedangkan Prabowo Subianto 8,7 persen. Posisi teratas masih ditempati Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dengan elektabilitas sekitar 34,5 persen. Sedangkan Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie berada di peringkat keempat dengan elektabilitas 8,1 persen, disusul Jusuf Kalla yang mencapai 6,2 persen dan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri yang mencapai 6 persen.
Survei ini, jelas Yunita, dilakukan di seluruh provinsi di Indonesia, dengan responden yang dipilih secara acak sistematis bertingkat atau multistage random. Data yang terkumpul berasal dari survei tatap muka, dengan menggunakan kuesioner pada 25 September 2013 lalu. Survei yang melibatkan 4.900 responden, atau sekitar 30 persen dari total responden ini, memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error plus minus 0,77 persen.
[ysa]
BERITA TERKAIT: