Hasrat TKI untuk Mengubah Kondisi Sosial dan Ekonomi Sangat Luar Biasa

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Senin, 21 Oktober 2013, 15:01 WIB
Hasrat TKI untuk Mengubah Kondisi Sosial dan Ekonomi Sangat Luar Biasa
jumhur hidayat/net
rmol news logo . Secara umum, tenaga kerja Indonesia (TKI) memiliki hasrat luar biasa untuk mengubah kehidupan sosial ekonomi keluarganya menjadi lebih baik. Karena itu, keberadaan para TKI yang mengembangkan potensi ekonomi ke dalam bentuk usaha bersama ataupun perorangan, diharapkan semakin gigih menata kegiatannya, sehingga dapat mencapai sukses, dan sekaligus contoh keberhasilan bagi masyarakat sekitar.

"TKI mempunyai potensi sangat besar untuk berubah dan menciptakan kesuksesan, mengingat selama bekerja di luar negeri mereka berjuang demi kemartabatan diri dan keluarganya dengan berbagai keberhasilan yang diraih," kata Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Moh Jumhur Hidayat, di Gelarmendala, Balongan, Indramayu, Jawa Barat, Senin (Senin, 21/10).

Jumhur berkunjung ke desa TKI tersebut untuk meresmikan kelompok usaha ternak mantan TKI tangguh berupa penggemukan kambing dengan nama, "Griya Embek". Usaha itu dipelopori para keluarga TKI bekerjasama International Organization for Migration (IOM), lembaga dunia dengan fokus pemberdayaan, edukasi, dan pendampingan permasalahan TKI.

Terkait program ini, IOM menggandeng Garda Buruh Migran Indonesia sebagai pihak yang dipercaya melakukan pendampingan usaha. Sementara itu, kegiatan Griya Embek telah berjalan selama tiga bulan dengan mengelola 32 ekor kambing dari 100 yang direncanakan pada tahun ini. Jumhur pada kesempatan itu juga mengundang unsur perbankan, dan mengharapkan perhatian serius jaringan lembaga keuangan dalam melayani pengembangan usaha TKI, termasuk memberi kemudahan penyaluran fasilitas kredit untuk usaha keluarga TKI.

Menurut Jumhur, semua elemen pelayan rakyat di antaranya pemerintah pusat, daerah, serta elemen pendukung pemberdayaan ekonomi harus berkiblat pada agenda pemartabatan ekonomi masyarakat kecil seperti TKI, oleh karena besarnya potensi maupun peluang usaha di lingkungan keluarga TKI.

"Tanpa bantuan pemerintah atau dari kalangan lain yang dapat mewujudkan hasrat berusaha TKI, maka kemajuan kehidupan TKI bisa terabaikan akibat ketidakpedulian kita semua," demikian Jumhur. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA