Fadli Zon: Survei LSI Sumir dan Tendensius!

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Senin, 21 Oktober 2013, 10:50 WIB
Fadli Zon: Survei LSI Sumir dan Tendensius<i>!</i>
fadli zon/net
rmol news logo . Sebagai salah satu bentuk ilmu pengetahuan, survei tak boleh dilakukan secara tendensius. Karena itu pula, lembaga survei sebaiknya jangan menjadi konsultan politik dari salah satu kandidat.

"Metode push poll yang bertujuan untuk membentuk opini atau persepsi masyarakat terhadap kandidat tertentu, ketimbang mengumpulkan opini masyarakat secara umum, masih diperdebatkan penggunaannya di kalangan peneliti, tetapi sebagian besar menolak menggunakan metode push poll," kata Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon, dalam keterangan beberapa saat lalu (Senin, 21/10).

Pernyataan Fadli ini terkait dengan survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang dirilis Minggu kemarin (20/10), bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Golkar. LSI menyebutkan ada tiga capres yang bisa maju di Pilpres 2014 karena diusung tiga parpol teratas hasil survei tersebut, yaitu Aburizal Bakrie (Golkar: 20,4 persen); Megawati Soekarnoputri (PDIP: 18,7 persen) dan capres hasil konvensi Partai Demokrat (PD: 9,8 persen). Sedangkan Prabowo Subianto (Gerindra: 6,6 persen) dan Jokowi ditempatkan sebagai "Capres Wacana."

Pendiri Fadli Zon Library ini menganalisa, LSI menggunakan tiga ukuran. Pertama, capres dicalonkan tiga parpol teratas dalam perolehan suara pemilu. Kedua, capres merupakan pengurus struktural partai. Ketiga, capres dicalonkan secara resmi oleh parpol.

Fadli pun menilai ketiga indeks tersebut menjadi sumir. Sebab, pertama, ukuran LSI terlalu sederhana karena tidak mempertimbangkan koalisi di antara partai politik. Kedua, LSI tidak mempertimbangkan perilaku pemilih maupun fluktuasi dukungan terhadap partai politik. Ketiga, dalam penelitian dikenal measurement error dan bila skala pengukuran lemah akan mempengaruhi kualitas dan hasil penelitian.

Akhirnya, Fadli Zon menyimpulkan, survei LSI sangat tendensius. Dam ke depan, Fadli pun menyarankan, untuk menjamin kredibilitas, lembaga survei juga harus menjelaskan sumber pendanaan, apakah dari internal perusahaan atau klien. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA