"Yaitu upah naik 50 persen, hapus outsourcing di BUMN, dan jaminan sosial seluruh rakyat Indonesia," kata Presiden KSPI, Said Iqbal, dalam keterangan beberapa saat lalu (Senin, 21/10).
Selain itu, hal lain yang juga menjadi tuntutan buruh adalah desakan kepada DPR agar segera mensahkan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT). RUU ini sudah terlalu lama menggantung.
Usai aksi di DPR, ungkap Iqbal, sekitar 20 ribu buruh akan menggelar Dialog Kebangsaan dan Rembuk Nasional di Istora Senayan dengan tema "Menggagas Indonesia yang Lebih Sejahtera dan Terbebas Korupsi"
"Dialog ini akan membahas tentang meningkatkan kesejahteraan buruh, guru, tani dan nelayan, serta memberantas korupsi dan membangkitkan ekonomi kerakyatan," demikian Iqbal.
[ysa]
BERITA TERKAIT: