"Saya bangga kepada mereka dan ikhlas sumbang mereka apa adanya. Keikhlasan kepada PKS seperti perjuangan ini yang dirindukan, ikhlas," kata Dipo Alam, melalui akun
twitter-nya @dipoalam49, beberapa saat lalu (Jumat, 18/10).
Dipo Alam pun mengingatkan kader PKS agar tanggung jawab hukum tidak diaduk dengan silat lidah politik dalam Pengadilan Tipikor. Sebab bila itu terjadi justri akan merugikan kader PKS yang ikhlas berjuang
Perang pernyataan antara Dipo Alam dan elit PKS mencuat beberapa waktu lalu, seiring dengan kesaksian Luthfi Hasan di Pengadilan Tipikor yang menyebut bahwa Bunda Putri dekat dengan SBY.
Dipo Alam pun menyarankan PKS untuk segera mempercepat pelaksanaan Munas untuk mengganti Presiden partai yang kini dijabat Anis Matta. Menurut Dipo, dengan mengganti Anis, borok-borok PKS akibat kasus korupsi bisa dibersihkan.
Menyikapi omongan, Dipo, Ketua Fraksi PKS yang juga Ketua DPP PKS, Hidayat Nur Wahid, meminta Presiden SBY menegur pembantunya tersebut. Menurut Hidayat, statemen Dipo Alam sudah terlalu jauh melampaui tupoksi sebagai Seskab. Padahal, sebagai pembantu Presiden SBY ada banyak hal yang harus dia selesaikan.
Hidayat justru mempertanyakan maksud Dipo menyarankan percepatan Munas tersebut. Ditambah lagi, Dipo juga mengaku berkomunikasi dengan kader-kader muda PKS yang konon resah dan siap mengambilalih kepemimpinan PKS.
"Apakah dia ingin memecah belah internal PKS? Ini serius, Pak SBY harus menegur Seskab. Apalagi kalau Dipo berhubungan dengan aktivis PKS memakai jam kerjanya sebagai Seskab. Padahal Pak SBY sudah mengingatkan para pembantunya untuk fokus bekerja. Kalau perlu jangan pulang sebelum selesai," tandas Hidayat.
[ysa]
BERITA TERKAIT: