Santana tengah menyelam di kedalaman 15 kaki di bawah permukaan laut ketika ia menemukan oarfish berwarna keperakan dengan sirip kemerahan menatapnya dari dasar laut berpasir. Ketika ditemukan ikan sudah mati. Santana kemudian menarik ekor ikan tersebut ke permukaan.
"Saya awalnya sedikit takut, tapi ketika menyadari itu oarfish, saya tahu itu tidak berbahaya," kata Santana seperti disiarkan
CNN.
Setelah berenang 15 menit menyeret bangkai seberat 400-pon sendirian, Santana kemudian dibantu oleh 14 orang lainnya untuk mengangkat ikan dari air.
"Saya benar-benar kagum. Rasanya seperti melihat sesuatu dalam mimpi," kata Mark Waddington, kapten senior Catalina Island Marine Institute (CIMI), kelompok pendidikan ilmu kelautan non-profit tempat Santana bekerja.
Waddington juga tidak bisa menutupi kegembiraannya melihat oarfish tersebut.
"Ini pertama kalinya saya pernah menyaksikan oarfish ini besar,"
Oarfish ditemukan di semua perairan tropis sedang tetapi jarang terlihat, hidup atau mati. Hal ini diyakini bahwa oarfish menyelam lebih dari 3.000 meter. Sedikit yang diketahui tentang perilaku mereka.
Waddington mengatakan masih belum jelas mengapa oarfish itu ditemukan di perairan dangkal saat ini, tapi itu tampaknya telah meninggal secara alami. Bangkai oarfish tersebut masih akan diawetkan di dalam es untuk kemudian akan digunakan untuk bahan penelitian.
[dem]
BERITA TERKAIT: