Seperti dikabarkan
Al-Jazeera, tempat pemungutan suara di kota Baku dibuka pada pukul 8 pagi waktu setempat yang langsung dipenuhi dengan antrian penduduk yang ingin menggunakan hak suaranya. Sekitar lima juta orang di negara tersebut memiliki hak suara.
Presiden berkuasa yang juga mencalonkan diri kembali, Aliyev begitu yakin bahwa popularitasnya akan kembali membawanya memenangkan pemilu di negara pecahan Soviet itu, sehingga ia tidak melakukan kampanye besar-besaran.
Meskipun prediktabilitas jelas hasilnya, TPS tetap sibuk menyiapkan kotak suara dan bilik suara pada hari Selasa kemarin.
"Saat ini kami memiliki hampir segalanya siap. Seluruh proses pemungutan suara akan dicakup oleh kamera CCTV. Insya Allah, kita akan memulai proses pemilihan besok pagi," kata Aida Bakhshieva, manajer TPS di Baku, Selasa malam.
Aliyev mewarisi popularitas presiden dari ayahnya, Geidar Aliyev yang telah memerintah Azerbaijan pertama kali sebagai pemimpin Partai Komunis dan kemudian sebagai presiden pasca berpisah dari Soviet selama tiga dekade.
Sebelum kematiannya, Geidar memastikan bahwa anaknya akan menang pada pemilihan Presiden tahun 2003 yang memicu kritik dari pengamat barat dan juga bentrokan serta demonstrasi di internal negaranya.
Sekalipun banyak disebut sebagai pengikut bayangan ayahnya, namun Aliyev berhasil mengkonsolidasikan kekuatannya dan maju sebagai presiden.
Ia juga kemudian terpilih kembali secara telak dalam pemungutan suara 2008 yang sempat diboikot oleh partai oposisi utama dan dikritik oleh pengamat Barat. Dalam kepemimpinannya, ia telah mereferendum konstitusi dan menghapus aturan mengenai masa jabatan presiden. Dengan demikian ia dapat kembali maju pada Pemilu tahun ini.
[ysa]
BERITA TERKAIT: