Gerindra: Rakyat Harus Terus Mendukung dan Menjaga TNI

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Sabtu, 05 Oktober 2013, 14:42 WIB
Gerindra: Rakyat Harus Terus Mendukung dan Menjaga TNI
tni/net
rmol news logo . Berdasarkan analisa Global Fire Power (GFP) dengan tajuk Countries Ranked by Military Strength,  militer Indonesia menduduki peringkat 15 dunia dan sudah sanggup melawan invasi negara lain. Posisi ini meninggalkan negara ASEAN lain, seperti Thailand di peringkat 20, Vietnam di peringkat 25, Philipina di peringkat 31, dan Malaysia di peringkat 33.

Indonesia tercatat memiliki sekitar 438.410 personel aktif, 400 tank, 444 pesawat, 187 helikopter, 50 kapal perang, dan alutsista yang terus bertambah.

"Kita patut bangga memiliki TNI, yang lahir dari rakyat, bagian dari rakyat dan milik seluruh rakyat. Apalagi TNI, selain menjadi garda terdepan menjaga NKRI, juga memiliki banyak prestasi," kata Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon, beberapa saat lalu (Sabtu, 5/10), terkait dengan HUT TNI ke-68.

Fadli mencatat, TNI aktif mengirim pasukan penjaga perdamaian PBB sejak 1957 dengan nama Kontingen Garuda (Konga). Konga I dikirim ke Mesir, pada 8 Januari 1957, dan telah banyak mengukir prestasi. Sementara Konga XI 2, yang dikirim ke Irak-Kuwait pada 1992, berperan mengembalikan personel Amerika Serikat (AS) yang ditangkap Polisi Irak di wilayah Kuwait, dan berhasil membujuk suku Bieloven agr tidak melaksanakan kegiatan pasar gelap.

Sementara Prajurit TNI dari Kopassus, lanjutnya, berhasil membebaskan para peneliti Ekspedisi Lorentz'95 yang disandera Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Mapenduma, Papua, 1996. Pratu (Prajurit Satu) Asmujiono dari Kopassus pun menjadi orang pertama sekaligus prajurit pertama asal Indonesia dan Asia Tenggara yg mencapai Mount Everest dan mengibarkan Merah Putih pada 1997.

Sedang sejak 2006, Konga aktif dalam United Nations Interim Force In Lebanon (UNIFIL), dan mendapat apresiasi atas kerberhasilan mencegah kontak senjata tentara Lebonon-Israel di wilayah perbatasan Al Adeisseh, Agustus 2010.

"Tugas kita sebagai rakyat untuk terus mendukung dan menjaga TNI agar terus mampu menjaga kedaulatan NKRI," demikian Fadli Zon. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA