Menurut Bupati Kutai Timur, Isran Noor, ketahanan pangan tidak dapat diperoleh tanpa dukungan dari pihak lain. Dukungan paling kuat untuk ketahanan pangan tumbuh dari tenaga penyuluh pertanian.
"Peran tenaga penyuluh pertanian sangat vital. Hal ini pernah dibuktikan saat Indonesia melakukan swasembada beras tahun 1984. 65 persen swasembada tahun 1984 adalah karena fungsi dan peran penyuluh pertanian," kata Isran saat menyampaikan kuliah umum dalam acara Dies Natalis Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur. (Senin, 1/10).
Permasalahan mulai mucul, lanjutnya, ketika terjadi perubahan sistem sentralisasi ke desentralisasi. Saat itu, persoalan mengenai pertanian terkait prduksi dalam negeri menjadi tidak fokus lagi. Menurut Isran, pemerintah daerah lebih mementingkan kepentingan politiknya daripada fokus memperoduksi pangan dengan meminta bantuan tenaga penyuluh pertanian.
"Bahkan, ada bupati yang tidak tahu kalau ada penyuluh pertanian," demikian Isran.
[ysa]
BERITA TERKAIT: