"Tingkat keterpilihan Ibas sebagai capres pilihan publik dari Demokrat mencapai 20,6%," ujar Direktur eksekutif LSIN, Yasin Mohammad, Kamis (26/9).
Dari survei nasional yang dilakukan rentang waktu 15 Agustus 2013 sampai 20 September 2013, jelas Yasin, elektabilitas Ibas unggul dari Marzuki Alie dengan tingkat elektabilitas 18,4%, dan Pramono Edhie Wibowo sebesar 5,7%. Nama-nama lain yang diharapkan diusung adalah Ahmad Mubarok, Sutan Bhatugana, Ruhut Sitompul, tapi tingkat elektabilitasnya kecil, hanya sebesar 5,4%.
Dengan melibatkan 1.500 responden dari 34 Provinsi di Indonesia ditambah beberapa responden dari luar negeri tersebut, kata Yasin, elektabilitas Ibas juga mengungguli Gita Wirjawan dan bahkan ibunya, Ani Yudhoyono. Hanya 7,6% responden menginginkan Ani Yudhoyono muncul sebagai pemimpin nasional dari partai Demokrat, sementara Gita Wirjawan hanya 6,6%.
"Selebihnya 35,8% tidak menjawab atau tidak tahu sosok yang pantas menjadi Capres dari Demokrat," tutur Yasin.
Ibas, katanya, diminati secara luas dan dari beragam kalangan baik dari sisi demografi, geografi, sosio ekonomi, dan latar belakang politik responden. Ibas diminati tidak hanya oleh simpatisan demokrat tapi juga oleh simpatisan partai lain.
"Dari aspek demografi Ibas banyak diminati pemilih pemula dan pemilih dewasa dan kurang diminati kalangan lansia. Dari aspek sosio ekonomi Ibas popular di kalangan bawah, menengah dan atas. Bahkan secara geografis dukungan Ibas merata di seluruh Provinsi di Indonesia," demikian Yasin.
[dem]
BERITA TERKAIT: