Mahasiswa Kembali Demo DPR dan Protes Konsep 4 Pilar Kebangsaan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Kamis, 26 September 2013, 16:24 WIB
Mahasiswa Kembali Demo DPR dan Protes Konsep 4 Pilar Kebangsaan
rmol news logo . Sekitar 100 mahasiswa dari Universitas Jaya Baya, Universitas Nasional, Univeristas Bung Karno dan UIN Syarif Hidayatullah yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa untuk Bangsa melakukan aksinya di depan Gedung DPR/MPR. Mereka kembali menolak 4 pilar kebangsaan.

Ini merupakan aksi pertama pasca meninggalnya Ketua MPR, Almarhum Taufiq Kiemas yang merupakan penganggas 4 pilar kebangsaan. "Ini awal bagi kita, memprotes 4 pilar kebangsaan di bawah pimpinan Sidarto Danusubroto sebagai pengganti pak Taufiq Kiemas," kata koordinator Aksi, Anto Ginajar, di Jakarta (Kamis, 26/9).

Sidarto Danusubroto, kata Anto, harus tegas untuk merevisi 4 pilar kebangsaan tersebut dengan catatan mengundang tokoh-tokoh bangsa. Karena kata dia, sudah banyak tokoh bangsa yang ikut protes dengan sosialisasi ini.

Sementara dalam orasinya, salah satu mahasiswa, Andeni Apri Yuliansyah mengatakan Pancasila tidak pantas disebut sebagai pilar kebangsaan. Mengutip pidato Presiden Soekarno bahwa Pancasila adalah sebagaai sebuah fundamen, filsafah negara sebagaimana termaktub dlam pembukaan UUD 1945.

"Tidak ada kata lain, selain MPR untuk tidak lagi memasukan Pancasila sebagai sebuah pilar kebangsaan. Bahkan sosialisasi ini sangat merendahkan nilai-nilai pancasila," kata Andeni.

Sosialisasi 4 pilar ini kata Andien dicurigai sebagai bentuk permainan proyek atau akal-akalan dari para pimpinan MPR dalam mengeruk uang negara. Bagi para mahasiswa ini adalah bentuk pemborosan dan menyesatkan publik.

"Kami meminta kepada Ketua MPR yang baru untuk segera merevisi konsep 4 pilar tersebut. Karena bagi kami ini keliru dan salah kaprah. Dan kami mencurigai, ini ada indikasi korupsi dalam sosilisasi 4 pilar. Ada markup dana sosialisasi. KPK harus turun untuk memeriksa anggaran tersebut," bebernya. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA