"Sebenarnya mobil itu tidak murah, karena smua komponen itu impor dan tidak kena tarif," kata ekonom senior DR. Rizal Ramli dalam Seminar Kebangsaan yang bertajuk "Mengembalikan Ruh Bangsa yang Berdikari dan Tidak Lupa Sejarah Untuk Indonesia Baru" di Kampus UIN Jakarta (Kamis, 26/9).
Lebih lanjut ia menyatakan bahwa kebijakan mobil murah justru menguntungkan pengusaha. Pengusaha untung karena tidak kena pajak yang biasanya 30-40 persen.
Rizal menilai bahwa dalam kebijakan mobil murah itu tidak menguntungkan rakyat.
"Mobil murah wajib pakai bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi. Sementara yang lain masih pakai BBM subsidi," ungkap Rizal, sambil menegaskan bahwa tersebut tidak merangsang industri dalam negeri, dan justru meningkatkan jumlah impor.
"Dampaknya, impor
spare part dan komponen (mobil murah) akan semakin banyak," demikian Rizal.
[ysa]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: