Pernah Disebut dalam Sidang Fathanah, SBY Harus Tolak Abbott Bila Bicara Ekspor-Impor Sapi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Kamis, 26 September 2013, 11:34 WIB
Pernah Disebut dalam Sidang Fathanah, SBY Harus Tolak Abbott Bila Bicara Ekspor-Impor Sapi
sby/net
rmol news logo . Para staf Presiden dan Kementerian Luar Negeri sebaiknya menolak bila dalam pertemuan Presiden SBY dan Perdana Menteri Australia Tony Abbott pada 30 September mendatang terdapat agenda pembicaraan soal impor dan ekspor sapi.

"Agenda tersebut dikhawatirkan akan menyulitkan posisi Presiden SBY karena nama beliau disebut-sebut oleh Ridwan Hakim dalam sidang di Pengadilan Tipikor kasus AF yang berkaitan dengan impor sapi," kata gurubesar Hukum Internasional Fakultas Hukum UI, Hikmahanto Juwana, beberapa saat lalu (Kamis, 26/9).

Hikmahanto pun berpandangan, bila dalam pertemuan dibicarakan masalah ekspor dan impor sapi dan ujungnya ada kenaikan kuota impor sapi dari Australia maka publik di Indonesia akan mudah mencurigai ada deal-deal bisnis yang dibicarakan antara kedua pimpinan negara.

Sebagai tuan rumah, ungkap Hikmahanto, SBY harus bersikap sopan kepada Tony Abott. Namun SBY juga harus tetap tegas dan tidak menenggang rasa ketika ada permintaan Abbott yang bersinggungan dengan Konstitusi dan kedaulatan Indonesia.

"Presiden hendaknya tidak menjual Indonesia dan tunduk pada kehendak PM Tony Abbott yang membawa suara dan kepentingan rakyat Australia," demikian Hikmahanto. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA