
. Uji coba peraturan jam wajib belajar bagi pelajar di 10 lokasi di Jakarta yang direncanakan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, akan menjadi percontohan sekaligus tantangan.
"Apakah program Pemda DKI Jakarta ini akan berhasil atau tidak," kata Ketua Satgas Perlindungan Anak, M Ihsan, dalam keterangan beberapa saat lalu (Rabu, 25/90.
Ihsan mencatat, dalam beberapa kesempatan, Jokowi selalu mengatakan bahwa masyarakat Jakarta lebih suka diberi contoh konkrit. Hal ini juga dibuktikan ketika memindahkan pedagang kaki lima tanah abang ke blok G, dan memindahkan penghuni Waduk Pluit dan Ria-rio ke rusun.
"Mudah-mudahan uji coba jam wajib belajar ini mencapai keberhasilan sama dengan program Tanah Abang dan Waduk Pluit. Dan bila gagal, tentu akan mempertaruhkan kinerja lurah, camat dan walikota sebagai penanggung jawab wilayah," demikian Ihsan.
[ysa]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: