Direktur Eksekutif Sabang Merauke Center (SMC) Syahganda Nainggolan, misalnya, termasuk yang menilai kebijakan mobil murah itu sebagai kebijakan yang positif. Seharusnya, ujar Syahganda kepada redaksi, rakyat menyambut gembira dan mengapresiasi rencana kehadiran mobil murah setelah 68 tahun Indonesia merdeka.
"Kepemilikan mobil merupakan indikator kesejahteraan. Rasio kepemilikan mobil di Indonesia masih 88/1000, jauh di bawah negara tetangga Malaysia yang 330/1000," ujarnya.
Dia juga mengatakan bahwa kandungan
local content yang tinggi pada setiap unit mobil murah itu adalah pertanda baik bagi sikap kemandirian bangsa yang sudah lama diidam-idamkan.
"Jika mobil murah ini mengandung 90 persen
local content, maka cita-cita Bung Karno mendirikan sebuah bangsa yang berdikari dan cita-cita Pak Harto memiliki mobil nasional dapat tercapai," demikian Syahganda.
[dem]