Ngeri, Jakarta Seperti Wilayah Tak Bertuan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Sabtu, 14 September 2013, 22:23 WIB
Ngeri, Jakarta Seperti Wilayah Tak Bertuan
jenazah bripka sukardi/net
rmol news logo Kasus penembakan Briptu Ruslan di Cimanggis kemarin malam menjadi satu bukti bahwa Polisi makin tidak mampu mengendalikan keamanan Jakarta sebagai Ibukota negara. Sehari sebelumnya, Bripka Sukardi ditembak mati di depan gedung KPK, Kuningan, Jakarta.

"Polisi makin kehilangan wibawa," jelas Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S. Pane malam ini (Sabtu, 14/9).

Jika pelaku penembakan tidak segera ditangkap, dikhawatirkan satu dua minggu ke depan akan terjadi lagi kasus penembakan terhadap Polisi dan menjadi trend kejahatan yang berkepanjangan.

Karena itu, IPW mendesak Polda Metro Jaya segera membentuk tim khusus yang bertugas mengungkap, memburu, dan menangkap pelaku penembakan terhadap polisi. Tim itu bisa terdiri dari aparat Polda dan aparat Mabes Polri serta dibantu aparat dari BIN maupun Kodam Jaya serta Mabes TNI.

"Kerja sama Polri, TNI, dan BIN diperlukan mengingat Jakarta adalah pusat pemerintahan yang memang penanganan sistem keamannya perlu ekstra "ketat", sehingga aksi-aksi kejahatan, terutama bersenjata api tidak meluas.

"Selain itu tujuan utamanya agar kasus penembakan ini bisa segera diungkap, pelakunya ditangkap, dan aksi-aksi penembakan disudahi," imbuhnya.

Jika kasus-kasus penembakan ini tidak segera diungkap, aksi-aksi penembakan terhadap Polisi akan terus terjadi dan makin marak. Bukan mustahil para pejabat Polri dan pejabat pemerintah juga akan menjadi sasaran penembakan.

"Maraknya aksi penembakan Polisi seakan menunjukkan Jakarta seperti wilayah 'tak bertuan'. Kondisi ini bisa dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk mengacaukan situasi Jakarta, terutama menjelang pemilu dan pilpres 2014," kata Neta.

Bervariasinya modus penembakan terhadap Polisi belakangan ini menunjukkan bahwa mulai banyaknya pihak yang "ikutan" menjadi pelaku penembakan. "Sepertinya para pelaku tersebut 'menantang' Polisi," demikian Neta. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA