Seperti yang dilansir
CNN (Kamis, 12/9), polisi setempat menyatakan bahwa bom bunuh diri tersebut dilakukan di tengah kerumunan jamaah di dalam masjid tersebut. Pelaku bunuh diri menggunakan bom rompi dan masuk ke masjid di dekat al-Kassra. Selain merusak bangunan masjid, bom tersebut juga merusak bangunan-bangunan lain di dekat masjid.
Laporan awal polisi mengindikasikan bahwa pelaku menargetkan untuk meledakkan bom di luar masjid, namun kemudian pelaku memutuskan untuk meledakkan di dalam masjid.
Selain itu, seorang pria yang juga mengenakan rompi bom bunuh diri ditangkap di dekat tempak kejadian sebelum sempat meledakkan bomnya. Pria tersebut diduga akan menyerang polisi yang memeriksa tempat kejadian.
Gesekan antara masyarakat Syiah dan Suni di Irak dilaporkan telah meningkat sejak April lalu, yakni ketika pasukan keamanan Irak menyerbu tempat yang digunakan masyarakat Sunni untuk menggelar aksi demonstrasi melawan kepemimpinan Syiah. Masyarakat Sunni merasa terpinggirkan secara politik di bawah kepemimpinan Presiden Nuri al-Maliki.
[ysa]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: