
Komnas HAM prihatin atas kasus penembakan oleh orang tak dikenal terhadap Bripka Sukardi di dekat depan pintu masuk Kantor KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan tadi malam. Korban tewas ditembak tiga kali oleh dua pelaku berbeda.
"Turut berduka cita atas penembakan ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan tabah. Prihatin yang mendalam dan mendukung Polri untuk mengusut kasus ini dengan tuntas," ujar komisoner Komnas HAM Maneger Nasution (Rabu, 11/9).
Menurut Maneger, penembakan yang dialami oleh Bripka ini menjadi jelas bahwa kekerasan dan ketidakamanan nyata di lingkungan kita. "Betapa mahalnya rasa aman, bahkan Polri pun tidak bisa menjamin keamanannya sendiri. Apalagi melindungi masyarakat," jelas Maneger.
Karena itu, Komnas HAM mendorong Polisi atau Negara untuk hadir, berani dan konsisten menghadirkan rasa aman kepada masyarakat dengan memberantas pelaku kekerasan dan premanisme. "Bangsa ini harus jujur menjawab siapa sesungguhnya yang memelihara preman itu," demikian Maneger.
[zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: