Popularitas Semua Capres Disatukan, Jokowi Tetap Lebih Populer

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Senin, 09 September 2013, 16:16 WIB
Popularitas Semua Capres Disatukan, Jokowi Tetap Lebih Populer
jokowi/net
rmol news logo Jokowi benar-benar fenomenal. Tak hanya merajai berbagai survei, keunggulan Jokowi juga terjadi di jejaring sosial Twitter. Pantauan Prapancha Research (PR),  dalam rentang hanya setahun, 8 September 2012-8 September 2013, tak kurang dari 6,9 juta kicauan tentang Jokowi muncul di Twitter. Jumlahnya jauh di atas kandidat-kandidat kuat presiden lainnya.

Analis PR, Adi Ahdiat, mengungkapkan kemunculan Joko Widodo, begitu nama asli Jokowi, dalam pentas perpolitikan belakangan ini membawa "efek kejut" yang tak bisa diabaikan. Untuk menggambarkan dominasi Jokowi dalam perbincangan Twitter, Adi membandingkan jumlah celoteh tentang Jokowi dengan nama-nama capres lain digabungkan. Hasilnya mengejutkan. Sesudah dijumlahkan sekalipun, total perbincangan tentang Prabowo, Megawati, Wiranto, dan Aburizal Bakrie baru mencapai 1,3 juta.

Jumlah ini tak sampai seperlima jumlah perbincangan tentang Jokowi. Bahkan ketika ditambah dengan jumlah mention nama-nama tokoh alternatif seperti Dahlan Iskan, Mahfud MD, dan Jusuf Kalla, total celotehan baru mencapai 3,4 juta.

"Setelah semuanya dijumlahkan, nominalnya pun baru separuh dari perbincangan tentang Jokowi. Begitulah gambaran dominasi nama Jokowi di media sosial," imbuh Adi.

Adi menjelaskan bahwa lesatan popularitas Jokowi ini tak lepas dari pencalonan dan kemenangannya dalam Pilkada Jakarta. Perbincangan tentangnya mulai melonjak ketika di bulan November 2011 namanya mulai digadang-gadang sebagai kandidat DKI 1. Sebelum itu, citra Jokowi sebagai wali kota yang ngewongke wong memang sudah ada, namun cenderung mengendap dalam ingatan publik dan belum diperbincangkan.

Sesudah memenangkan kursi Gubernur DKI, perbincangan tentang Jokowi konstan berada di bilangan tinggi. Perbincangan tentang Jokowi rata-rata mencapai 18 ribu celoteh per hari sejak 20 September 2012. Bahkan lebih tinggi dari grup band Metallica, idola Jokowi sendiri, yang hanya 11 ribu pembicaraan per hari.

Menurut Adi, dengan pembicaraan tentang Sang Gubernur DKI yang sudah sedemikian marak, Jokowi tak lagi memerlukan partai selain sebatas untuk formalitas bila dirinya hendak maju di Pilpres 2014.

"Partai politiklah yang memerlukan dia. Tanpa perlu susah-susah beriklan di media besar atau diusung kendaraan politik tertentu, pembicaraan tentang Jokowi akan menyebar dan menular di masyarakat dengan sendirinya, dengan kecepatan tinggi," demikian Adi. [dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA