Apalagi, Festival Danau Toba yang digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif itu diharapkan dapat mengembalikan pesona Danau Toba sebagai ikon pariwisata di Sumatera Utara.
Danau Toba memiliki luas sekitar 372.681 hektar yang kawasannya meliputi tujuh kabupaten. Yaitu Tapanuli Utara, Humbang Hasundatan, Toba, Samosir, Simalunggun, Karo, dan Dairi. Selain fungsinya sebagai tempat pariwisata kawasan Danau Toba berperan penting bagi kehidupan Provinsi Sumatera Utara.
Penggagas Gerakan Cinta Medan dan Sumatera Utara, Ir. H. Abdullah Rasyid, ME menjelaskan, ada tiga peran penting kawasan Danau toba yang bisa dimanfaatkan.
Pertama sebagai cagar alam. Dengan kawasan Danau Toba yang begitu luas, meliputi tujuh kabupaten sangat, hal ini sangat mempengaruhi keadaan alam di Sumatera Utara. Keasrian, kehijauan lingkungan dan keterjagaan iklim serta sebagai daerah tangkapan air telah menjadikan kawasan Danau Toba sebagai cagar alam yang perlu terus dilestarikan dan dikembangkan.
"Kawasan Danau Toba bisa menjadi penyeimbang lingkungan Sumatera Utara di tengah perkembangan industrialisasi perkotaan," jelas orang kepercayaan Hatta Rajasa itu di Medan (Sabtu, 8/9).
Kedua sebagai cagar budaya. Di sekitar kawasan Danau Toba, banyak suku Batak asli dengan berbagai kebudayaannya. Ini dapat dilihat dari situs-situs sejarah dan aktivitas kebudayaan seperti tarian mistis sigale-gale. "Hal ini harus terus dijaga dan dilestarikan agar tidak hilang," ungkap tokoh pemuda ini.
Ketiga sebagai cagar energi dan air. Di kawasan Danau Toba terdapat Sembilan belas sungai yang mengalirkan airnya dari daerah tangkapan air sekitar danau ke dalam badan air Danau Toba dengan hanya satu sungai yang merupakan pelepasan air dari danau ini yaitu Sungai Asahan yang bermuara di Pantai Timur Sumatera Utara.
Air Sungai Asahan ini dimanfaatkan untuk PLTA ASAHAN yang merupakan salah satu penyuplai listrik di Provinsi Sumatera Utara. Di samping itu, Danau Toba berperan sebagai penyedia air berbagai aktifitas masyarakat.
Selain itu, menurut Abdullah Rasyid, yang juga tokoh penggerak usaha kecil dan menengah Sumatera Utara ini, melalui Festival Danau Toba, diharapkan jumlah wisatawan domestik dan manca negara akan meningkat. Peningkatan jumlah wisatawan ini akan meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitar kawasan Danau Toba.
Untuk itu, menurutnya pemerintah baik provinsi maupun kabupaten/kota harus memaksimalkan potensi Danau Toba dengan tidak mengabaikan peran dan fungsi dari Danau Toba tersebut. "Sinergitas dari semua pihak harus terus dilakukan demi kelestarian Danau Toba. Perlu diketahui Danau Toba merupakan salah satu warisan dunia," demikian kader utama PAN yang juga calon anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sumut 1 ini.
[zul]
BERITA TERKAIT: