Pelanggaran paling fatal adalah pengambilan kebijakan strategis tanpa melibatkan anggota senat. Karena itu, banyak anggota senat yang tidak paham kemana IAIN Sumut akan dibawa.
"Mengelola kampus beda dengan mengelola perusahaan. Di kampus, semua anggota senat adalah pemegang saham. Karena itu, mereka harus dilibatkan dalam pengambilan kebijakan strategis. Tidak bisa diborong sendiri atau diborong oleh beberapa orang saja," ujar mantan Rektor IAIN Sumut Prof Dr H A Ya'kub Matondang kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu, (Kamis, 5/9).
Selain itu, lanjut Matondang, sampai periode 2009-2013 berakhir, Nur Ahmad Fadhil Lubis tidak tidak pernah menyampaikan laporan pertanggungjawaban (LPJ) kepada anggota senat. Padahal, LPJ itu mesti dilaporkan secara berkala setiap semester, setiap akhir tahun, dan setiap akhir jabatan.
Karena itu, wajar jika banyak guru besar yang tidak memahami apa yang sudah dikerjakan dan apa yang akan dikerjakan oleh para petinggi kampus bagi kepentingan IAIN Sumut.
Karena didorong oleh kecintaan pada almamater itulah, kalangan senat menyampaikan catatan-catatan mereka kepada Menteri Agama RI. Catatan-catatan itu diharapkan dapat menjadi acuan bagi Kementerian Agama dalam melihat kondisi objektif kampus IAIN Sumut. Kementerian Agama diharapkan dapat melakukan evaluasi objektif sehingga kepemimpinan di IAIN Sumut bisa kembali menjadi efektif dan terkendali.
Kalau mau jujur, lanjut Matondang, lebih dari 50 persen guru besar di kampus sudah tidak percaya lagi kepada Fadhil. Penolakan guru-guru besar tentu nilainya sangat beda dengan penolakan warga masyarakat biasa. Sebagai akademisi, penolakan mereka pasti dilandasi alasan-alasan rasional dan semangat pengembangan intelektualisme. Menurutnya, itu adalah potret buruk bagi rektor incumbent.
"Karena itu, Kementerian Agama diharap dapat memperhatikan keluhan dan pengaduan yang disampaikan oleh para anggota senat dan guru-guru besar yang ada di lingkungan IAIN Sumut," demikian Prof. Matondang yang saat ini menjabat sebagai Rektor Universitas Medan Area (UMA).
[zul]