Rosa dan Yulianis Takut akan Dibunuh Nazaruddin

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Rabu, 04 September 2013, 23:23 WIB
Rosa dan Yulianis Takut akan Dibunuh Nazaruddin
mindo rosa/net
rmol news logo Meski sudah lama bebas dari jeruji sel Pondok Bambu, Rosa tidak bisa menutup kesedihannya akibat pengalamannya bekerja di Permai Group dan mengenal pemiliknya, Muhammad Nazaruddin.

Rosa yang bernama lengkap Mindo Rosalina Manulang, mengaku sering menerima ancaman akan dibunuh saat menjalani hukuman di rutan. Ancaman tersebut datang dari bekas atasannya di Permai Group. Rosa benar-benar merasakan sakit karena tekanan yang dialami selama tinggal di rutan khusus wanita itu. Selain tiap hari dirinya didatangi utusan Nazaruddin agar memberikan keterangan palsu baik kepada penyidik maupun di pengadilan, Rosa juga diancam akan dihabisi kalau tidak menuruti keinginan mereka.

"Suatu malam, jam 12 saya minta dikeluarkan (dari rutan) karena tidak mau mati konyol di situ. Saya minta ke penyidik KPK, saya minta (perlindungan) ke LPSK. Saat itu saya ada perkara karena dipaksa tandatangani surat, yang minta pikir-pikir satu jam saja tidak bisa. Ada seseorang datang ke penjara, mengancam gampang menghabisi kamu, keluar kamu dari sini saya habisi kamu. Saya tahu trackrecord orang itu tak main-main menghabisi orang," aku Rosa dalam wawancara eksklusif dalam program Mata Najwa yang disiarkan Metro TV, Rabu (4/9) malam.

Rosa menuturkan, dirinya juga mengalami tekanan saat masih bekerja di Permai Group sebagai direktur marketing. Tekanan yang sama, kata Rosa, juga dirasakan pegawai lainnya. Bila ada pegawai tidak bisa memenuhi kewajibanya maka dia akan mengalami intimidasi. Rosa mengaku sudah sering menyampaikan ingin mundur tapi dibalas Nazar dengan ancaman. Dengan marahnya Nazar bilang kepada Rosa jangan dipikir di Permai Group beda dengan perusahaan lainnya.

"Sangat (menyesal pernah bekerja di Permai Group). Kita dibuat seperti mobil remot kontrol. Kita diperlakukan direktur, orang hebat tapi mereka bersih padahal kita yang dilapangan harus mengalami (bertanggung jawab)," kata Rosa sedih.

Hal yang sama diakui Yulianis, mantan Wakil Direktur Keuangan Permai Group. Namun Yulianis yang selalu tampil ke publik dengan bercadar setelah kasus suap Wisma Atlet mencuat, mengaku ancaman dan intimidasi yang dialaminya dari Nazaruddin tidak seberat yang dialami Rosa.

"Bu Rosa kan tombak utama (di Permai Group), saya setelah Bu Rosa," aku Yulianis di acara yang sama.

Meski Nazar dan istrinya Neneng Sri Wahyuni sudah dipenjara, Rosa dan Yulianis mengaku masih dihantui rasa takut. Rosa trauma sampai-sampai takut bila menyebut nama Nazar karena tidak mau dia dendam yang pada akhirnya mengancam keselamatan Rosa.

"Kan masih ada saudara-saudaranya. (Takut) matilah," ucap Yulianis.

 "(Takut) ditembak," timpal Rosa.

"Ketakutan terbesar saya juga adalah dijadikan tersangka di kasus-kasus Nazar seperti Bu Rosa," ucap Yulianis lagi.

Soal suasana kerja di Permai Group yang penuh intimidasi, Yulianis juga membenarkan pengakuan Rosa. Ancaman salah satunya diterima Yulianis karena berhenti bekerja dua bulan dimulai Oktober 2009.

"Terakhir dia (Nazar) bilang saya ingin bicara dengan kamu, yang penting kamu ingat, saya kenal suami dan anak kamu," ucap Yulianis menirukan ancaman Nazar. [dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA