Menurut pengamat ekonomi-politik, Ichsanuddin Noorsy, penampilan Gita yang tampil begitu percaya diri itu tidak mengherankan. Sebab, sebagaimana "anak-anak asuhan Paman Sam" lainnya, Gita hanya pandai mencari simpati dengan menggunakan jabatan yang diberikan oleh SBY. Jabatan itu pun sama sekali tidak digunakan untuk memberi manfaat pada publik, sebab faktanya mereka adalah anak-anak asuh yang menetek pada asing, khususnya AS.
Ichsanuddin mencatat, pada 2009 lalu, ia sempat berdebat dengan orang-orang SBY. Ia misalnya berdebat dengan Andi Mallarangeng, dan saat itu Andi dengan percaya diri mengutip majalah
Time, bahwa Indonesia akan menyusul India yang sudah maju. Belakangan, banyak pula orang-orang yang terkagum-kagum dengan perekenomian Indonesia dan terkagum-kagum dengan posisi Indonesia yang naik kelas menjadi bagian negara G-20. Padahal fundamental ekonomi Indonesia sangat rapuh.
"Terbukti, ketika kita dipukul oleh gejolak pangan, dipukul oleh gejolak nilai tukar, kita terseok-seok dan tidak bisa berbuat apa-apa," kata Noorsy kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Rabu, 4/9).
Kekesalan Noorsy semakin memuncak bila ia turun ke berbagai daerah untuk menjadi panelis dalam beberapa pilkada. Saat turun itu, ia bukan hanya datang ke kota, melainkan juga melihat langsung ke pelosok desa. Di pelosok-pelosok itulah ia menyaksikan langsung betapa sumber daya alam Indonesia dieksploitasi sedemikian rupa, dan tak menyisakan apa-apa buat rakyat.
"Dan yang menjadi pemeras sumber daya alam itu adalah orang-orang yang menduduki jabatan saat ini, namun tak peduli dengan kepentingan nasional," imbuhnya.
[ysa]
BERITA TERKAIT: