Kunker SBY ke Kazakhstan Polandia dan Rusia Fokus Ekonomi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Minggu, 01 September 2013, 15:11 WIB
Kunker SBY ke Kazakhstan Polandia dan Rusia Fokus Ekonomi
SBY/NET
rmol news logo Presiden SBY didampingi Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono dan delegasi dalam kunjungan kerja ke Kazakhstan, Polandia dan Rusia, memiliki titik berat pada kerja sama di bidang ekonomi.

Jelas SBY dalam keterangan persnya di Ruang VVIP Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pagi tadi (Minggu,1/9). Kunjungan ke Kazakhstan intinya adalah tentang investasi dan perdagangan, termasuk peluang Indonesia untuk melaksanakan usaha di bidang energi di negara itu. Sedangkan Polandia, investasi dan perdagangan akan menjadi topik utama pertemuan bilateral nanti. Pada pertemuan puncak G20 di St Peterbsurg, Rusia sangat penting, mengingat situasi perekonomian dunia yang sedang menghadapi persoalan baru.

Forum G20, lanjut Presiden SBY, merupakan forum yang paling tepat untuk membahas secara kolektif apa yang mesti dilakukan dunia untuk memastikan perbaikan perekonomian global pasca krisis 2008-009. "Yang menjadi agenda tuan rumah Rusia antara lain menjaga pertumbuhan ekonomi global, stabilitas sistem keuangan dunia, dan isu-isu lain yang tentunya mesti dibahas secara seksama dan serius," ujar SBY.

"Indonesia memiliki kepentingan dalam pembahasan forum G20. Apapun yang dilakukan di dalam negeri, sebagaimana paket ekonomi untuk atasi tekanan ekonomi terkini yang sedang kita hadapi, mari kita gunakan kesempatan ini untuk memahami apa yang terjadi di tingkat global dan pandangan pemimpin dunia diharapkan bahwa policy atau kebijakan yang telah Indonesia ambil dinilai tepat," terang SBY.

Seperti dilansir dari situs resmi presidenri.go.id. Di St Petersburg, SBY dijadwalkan bertemu beberapa pemimpin internasional, diantaranya adalah Perdana Menteri Jepang. "Karena kita memiliki hubungan ekonomi yang kuat, harapan kita adalah bisa hadapi perkembangan situasi dunia dengan menjalin kerja sama yang baik dan mendapatkan manfaat nyata baik bagi Jepang dan Indonesia," ujar SBY.

SBY juga dijadwalkan bertemu PM Afrika Selatan. Sekjen PBB atas permintaan beliau, Presiden SBY mendengarkan apa yang dilakukan PBB terhadap situasi yang terjadi di Suriah dan Mesir. "Indonesia sering dimintai pendapat. Saya bertemu Dirjen ILO di Jenewa. Saya diundang beberapa tahun lalu, karena ILO anggap labour policy kita atau kebijakan perburuhan kita positif. Saya pastikan, saat menghadapi tekanan baru ini, hubungan tetap positif, misalnya antara labour dan dunia usaha yang bersatu punya pemahaman yang sama atas permasalahan yang dihadapi bangsa dan dunianya, serta ambil formula yang win-win untuk seluruh pihak," SBY mengingatkan. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA