Rupiah Terpuruk, Ketua DPP PAN Sentil Gita Wirjawan yang Sibuk Ikut Konvensi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Kamis, 29 Agustus 2013, 15:49 WIB
Rupiah Terpuruk, Ketua DPP PAN Sentil Gita Wirjawan yang Sibuk Ikut Konvensi
bara hasibuan/net
rmol news logo Pemerintah harus berupaya keras mengatasi kondisi ekonomi nasional yang sedang terpuruk akibat melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika. Pasalnya, kondisi tersebut bakal berdampak luas pada kehidupan masyarakat jika tidak tertangani dengan segera.

"Kondisi melemahnya nilai tukar rupiah saat ini dapat dikatakan sebagai sebuah warning kepada pemerintah dan para menterinya," ujar Ketua DPP PAN Bara Hasibuan kepada wartawan di Jakarta, Kamis (29/8).  

Karena itu, sebaiknya jajaran menteri yang tergabung dalam paket bidang perekonomian fokus bekerja mengatasi persoalan ekonomi tersebut daripada sibuk lirik kanan-kiri untuk kepentingan politik menjelang Pemilu 2014.

“Situasi ekonomi saat ini semakin memburuk, menteri-menteri yang membidangi ekonomi harus fokus bekerja dengan penuh konsentrasi bagaimana situasi krisis ini bisa kita pulihkan,” kata Bara Hasibuan.

"Mereka harus tunjukan sikap sebagai negarawan, menempatkan kepentingan nasional di atas segalanya. Konsekuensinya mereka harus punya wisdom dan kemauan untuk mengesampingkan ambisi politik. Kalau situasi ini tak bisa cepat dipulihkan, bisa-bisa kita kembali mengalami krisis,” katanya.

Terkait majunya Menteri Perdagangan (Mendag) Gita Wirjawan yang turut ambil bagian dalam konvensi calon presiden (capres) Partai Demokrat, Bara Hasibuan enggan menanggapinya secara khusus.

Dia hanya mengatakan, dalam kondisi ekonomi yang mulai bergejolak, saat ini dibutuhkan sosok menteri yang punya sikap kenegarawanan serta mampu mengenyampingkan ambisi politik pribadi.

Sebagai Mendag yang masuk dalam jajaran menteri yang turut membidangi masalah ekonomi, Gita Wirjawan sebaiknya kembali mempertimbangkan apakah dirinya akan terus mengikuti atau mengundurkan diri dari proses konvensi.

“Ini perlu sifat kenegarawanan, mengenyampingkan kepentingan politik. Saya kira menteri harus bisa bekerja secara full dan menghindari berbagai kegiatan yang bisa destruktif,” tandasnya. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA