Tugas khusus itu diberikan karena hingga hari tenang menuju pemberian suara masih ditemukan sejumlah persoalan di wilayah tapal kuda terutama yang berkaitan dengan ketidaksesuaian DPT dan jumlah pemilih serta kesimpangsiuran pengisian formulir C1 yang cacat.
Tugas khusus yang diberikan KH Syalwa Arifin kepada Adhie Massardi Cs itu adalah menggelar pelatihan untuk menanggulangi potensi kecurangan dalam pemilihan yang digelar hari Kamis mendatang (29/8).
Adhie Massardi sudah barang tentu merasa perlu menjalankan tugas khusus itu sebaik mungkin. Ia yang dikenal dengan kaum nahdliyin mengatakan bahwa partisipasi masyarakat sangat diperlukan untuk mencegah dan mengawal proses demokrasi pilgub ini jauh dari praktek-praktek pembajakan terhadap pilihan dan harapan rakyat.
"Pembajakan demokrasi di Jawa Timur yang menggunakan berbagai cara saat ini, baik sejak Pilgub 2008 sampai proses pendaftaran pasangan calon serta paska putusan DKPP yang meloloskan pasangan calon Khofifah-Herman, hanya bisa dicegah dan dilawan jika partisipasi rakyat kuat dan terus berkembang," seru Jurubicara Presiden era Gus Dur dihadapan santri, mahasiswa dan muslimat se Bondowoso sore tadi (26/8).
Sementara KH Syalwa Arifin berkeyakinan bahwa jika tak ada kecurangan, beliau yakin pasangan Khofifah-Herman akan memenangkan Pilgub Jawa Timur 2013 ini.
"Kemenangan Khofifah akan mampu mengembalikan marwah NU di rumahnya sendiri", harapan dan doa KH. Syalwa Arifin yang secara spontan "diamini" oleh para santrinya.
Senada dengan harapan itu, Gus Dur sering berpesan kepada kaum nahdliyin agar memilih sosok pemimpin yang sesuai melandaskan tanggung jawabnya pada kaidah fikih yang menyatakan bahwa "tindak tanduk pemimpin umat harus terkait langsung dengan kesejahteraan rakyat yang dipimpinnya."
[dem]
BERITA TERKAIT: