BNN dan GANN Terus Rangkul Pemuda untuk Cegah Penyalahgunaan Narkoba

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Selasa, 20 Agustus 2013, 21:44 WIB
BNN dan GANN Terus Rangkul Pemuda untuk Cegah Penyalahgunaan Narkoba
rmol news logo . Badan Narkotika Nasional (BNN), melalui Direktorat Diseminasi Informasi, bekerjasama dengan  Gerakan Nuarani Nusantara (GANN), kembali mensosialisasikan pencegahan penyalahgunaan narkoba pada berbagai kalangan masyarakat.

Sosialisasi dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) kali ini digelar di Harapan Jaya Bekasi dengan tema "Indonesia Bebas Bahaya Narkoba 2015" dan diikuti  Majlis Taklim Asmaul Husna,  Remaja Nurhidayatul Mubtadin, serta Ibu-ibu PKK  di  Harapan Jaya Bekasi Utara.

Menurut Ketua Umum GANN, M. Fariza Y Irawady, forum ini dimanfaatkan untuk menyampaikan kepada kelompok-kelompok  ujung tombak masyarakat mengenai  bahaya  Narkoba, sekaligus untuk menyerap aspirasi dari masyarakat. Acara ini pun disambut baik oleh masyarakat dan dianggap sangat efektif dan positif.

Sementara Siti Ida Farida, pegiat sosial masayarakat dan pemrakasa acara tersebut mengatakan bahwa setelah mengikuti forum ini ia menjadi semakin waspada terhadap penyalahgunaan Narkoba. Ia pun menilai forum ini sangat efektif agar pemuda dapat terhindar dari bahaya Narkoba serta ibu-ibu  Majlis Talim  agar dapat memitor anak-anaknya sejak dini.

Dwi Joko Purnomo dari BNN pun menapresiasi pemuda  dan majlis taklim atas pelaksanaan forum ini. Sebab BNN tidak bisa melakukan acara ini jika tidak ada  dukungn dari masyarakat.

"Kami ingin masyarakat berperan aktif, kami mengapresiasi upaya yang dilakukan GANN  Hidup Positif Bermakna Tanpa Narkoba kami berharap BNN dapat terus melakukan sosialisasi Narkoba dengan baik dan efektif bersama GANN kedepannya," tandas Joko.

GANN adalah sebuah LSM dibidang pencegahan penyalahgunaan narkoba yang berdiri sejak 12 Februari 2013 silam yang hingga saat ini telah memberikan pelatihan sebanyak 197 kali dengan total lebih dari peserta 31 ribu orang.  Jaringan narkoba yang makin besar harus diimbangin dengan jaringna masyarakat anti narkoba yang jauh lebih besar.

"Upaya pencegahan narkoba harus sama kuatnya dengan upaya pemberantasannya. Memang saat ini terdapat 4 juta korban penyalahgunaan narkoba tapi harus ada upaya melindungi 230 juta penduduk Indonesia lainnya yang belum terkena untuk melindunginya," demikian Fariza. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA