"Kami mempertanyakan berapa jumlah uang rakyat yang dihamburkan dalam pemasangan iklan-iklan tersebut," kata Kepala Bidang Kominfo Partai Gerindra, Ondy A. Saputra, dalam keterangan beberapa saat lalu (Senin, 19/8).
Gerindra, lanjutnya, merasa prihatin sebab dipastikan iklan-iklan yang dipasang oleh institusi-institusi publik dan perusahaan milik negara itu mencapai ratusan juta rupiah. Gerindra misalnya menemukan iklan-iklan ucapan selamat dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Agama. Tidak hanya itu, iklan-iklan sejenis juga kami temukan dari BUMN seperti Jasa Marga, SKK Migas, dan Perusahaan Gas Negara.
"Sungguh sangat disayangkan apabila uang negara digunakan untuk pencitraan semu. Perlu diketahui oleh masyarakat, bahwa biaya pemasangan iklan di media cetak nasional cukup mahal. Gerindra paling kritis ketika uang rakyat disalahgunakan demi kepentingan pejabat negara," tegasnya, sambil mengatakan bahwa sikap ini bertentangan dengan sikap Partai Gerindra yang anti pemborosan uang rakyat.
"Gerindra sejak awal telah menentang segala jenis pemborosan uang rakyat. Gerindra adalah partai yang secara vokal menentang pembangunan gedung baru DPR. Ketua Dewan Pembina Gerindra Prabowo Subianto juga sudah lama melarang anggota Fraksi Gerindra untuk ikut dalam studi banding ke luar negeri yang jelas salah satu modus penghamburan uang rakyat," demikian Ondy A. Saputra.
[ysa]