Di tengah slogan pembangunan dan juga pertumbuhan ekonomi yang terus disuarakan dan dijanjikan Presiden SBY, mayoritas kehidupan rakyat begitu miris dan mengenaskan. Di saat yang sama, rakyat juga diintai oleh persoalan kekerasaan, konflik dan masalah sosial lainnya.
"Andai semua politisi, aparatur pemerintah, semua elemen bangsa sering turun ke daerah, maka potret rakyat yang mayoritas merasakan kesulitan bertahan hidup sehari-sehari jadi tontonan yang miris," kata politisi PDI Perjuangan, Dewi Aryani, kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Senin, 19/8).
Secara bersamaan pula, lanjut Dewi, mentalitas sebuah bangsa pun sudah ambruk. Maka mau tak mau harus ada gerakan nasional transformasi mentalitas.
Setidaknya, lanjut anggota Komisi VII DPR ini, gerakan dimulai dengan segera secara serius membongkar praktek para mafia migas yang ssaat ini terkuak secara terbuka. Mafia migas ini salah satu faktor penyebab defisitnya APBN dan kenaikan harga bahan bakar minyak (BMM) yang kian menyengsarakan rakyat, baik langsung maupun tidak langsung.
"SBY harus segera mengaudit bisnis di sektor migas secara menyeluruh. mereview kelembagaannya dan menegakkan akuntabilitas," demikian Dewi.
[ysa]
BERITA TERKAIT: