Karena itu, menurut Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia (Lima) Indonesia, Ray Rangkuti, upaya sementara politisi Demokrat yang hanya mengatakan bahwa SKK Migas memang rentan korupsi namun sama sekali tidak menyinggung struktur yang lebih besar hanyalah pernyataan yang naif. Pernyataan ini seakan-akan mau memisahkan kasus Rudi dengan lingkaran yang lebih besar.
"Mereka menganggap seolah-olah rakyat Indonesia ini bodoh dan tidak tahu menahu," kata Ray kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Rabu, 14/8).
Pernyataan Ray ini menanggapi pernyataan politisi Demokrat, Achsanul Qosasi, yang menyebut bahwa SKK Migas sangat rentan dengan rayuan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) asing. Padahal kata Ray, SKK Migas hanyalah bagian kecil dari lingkaran mafia migas yang menghamba pada asing.
"KPK harus membongkar aktor lain selain Rudi," tegas Ray, sambil mengatakan bahwa secara personal, Rudi tidak mungkin memakan uang sebesar 700 ribu dolar AS itu sendirian. Apalagi bila dilihat dari kualitas pendidikan dan juga jabatan yang dipegangnya selama ini, Rudi tidak akan kekurangan meski tidak korupsi.
"Ini yang harus ditelusuri oleh KPK. Jadi bukan sekedar fakta hukumnya, melainkan juga penjelasan sosiologisnya. Adakah sesuatu yang dari uang itu digunakan untuk tujuan lain, misalnya pemilu? Maka rangkaian ini harus dibongkar, tidak hanya memberikan efek jera, tapi membongkar rangkaian korupsi yang lebih besar," demikian Ray.
[ysa]
BERITA TERKAIT: