Harapan tersebut disampaikan Dewan Pengarah Alumni ITB, Syahganda Nainggolan, beberapa saat lalu (Rabu, 14/8). Harapan Syahganda ini bukan tanpa alasan.
"Alumni ITB adalah gembong-gembong kartel mafia migas ini," tegas Syahganda, yang juga Ketua Dewan Direktur Sabang Merauke Circle (SMC).
Syahganda mencatat, mafia migas ini bermain untuk kepentingan asing. Lewat mafia inilah asing menguasi sektor migas dari hulu ke hilir. Maka tak heran, di tengah sumber energi yang melimpah di Republik ini, justru harga energi sangat mahal. Karena ulah para mafia ini juga, rakyat menjerit dan meratapi kedaulatan energi yang dikuasai asing.
Menurut Syahganda, simbol mafia migas ini ada di BP Migas. Dan akhirnya, atas gugatan sejumlah ormas, Mahkamah Konstitusi (MK) membubarkan BP Migas karena keberadaannya bertolakbelakang dengan UUD 1945. Namun belakangan, para mafia migas asal ITB ini mendapat tempat yang sama dengan nama yang baru. Tempat tersebut adalah SKK Migas.
Rudi sendiri menggondol gelar sarjana Teknik Perminyakan dari ITB pada tahun 1985. Setelah meraih gelar doktor dari Technische Universitaet Clausthal, Jerman, Rudi kembali ke kampus ITB dan menjadi Sekretaris Jurusan Teknik Perminyakan. Ia pun pernah menjadi General Manager Sasana Olahraga Ganesha ITB (2001 - 2005), Direktur Penerbit ITB (2005-2006), Dirut PT LAPI-ITB (2006-2007) dan Direktur Operasi & Keuangan PT LAPI-ITB (2007-2010)
[ysa]
BERITA TERKAIT: