Kalaulah dugaan bahwa ia menerima suap sebesar 7000 dolar AS itu benar, alangkah menyedihkan. Pertanyaan selanjutnya adalah siapa yang memberikan suap itu dan untuk kepentingan apa? Apakah untuk kepentingan yang bertentangan dengan kepentingan nasional yang menjadi domain lembaga seperti SKK Migas?
SKK Migas yang didirikan melalui Perpres 9/2013 tentang Penyelenggaraan Pengelolaan Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. SKK Migas bertugas melaksanakan pengelolaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi berdasarkan Kontrak Kerja Sama.
Pembentukan lembaga ini dimaksudkan supaya pengambilan sumber daya alam minyak dan gas bumi milik negara dapat memberikan manfaat dan penerimaan yang maksimal bagi negara untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.
Dalam melaksanakan tugas tersebut, SKK Migas menyelenggarakan fungsi antara lain memberikan pertimbangan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral atas kebijaksanaannya dalam hal penyiapan dan penawaran Wilayah Kerja serta Kontrak Kerja Sama, melaksanakan penandatanganan Kontrak Kerja Sama dan mengkaji dan menyampaikan rencana pengembangan lapangan yang pertama kali akan diproduksikan dalam suatu Wilayah Kerja kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral untuk mendapatkan persetujuan.
Rudi Rubiandini dilantik sebagai Kepala SKK Migas pada tanggal 16 Januari 2013. Sebelumnya ia adalah Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral sejak 14 Juni 2012.
Rudi Rubiandini bukan sosok yang asing di dunia hulu migas. Alumni teknik perminyakan ITB dan Doktor Ingenieurs bidang teknologi minyak dan gas bumi dari Technische Universitaet Clausthal, Jerman, ini pernah menjabat sebagai Deputi Pengendalian Operasi pada Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (BP Migas) yang dibubarkan menyusul keputusan Mahkamah Konstitusi tahun lalu. Ia juga pernah menjadi Sekretaris Pimpinan BP Migas.
Sebelum bergabung dengan BP Migas, pria kelahiran Tasikmalaya, 9 Februari 1962 ini menjadi konsultan berbagai proyek pengembangan lapangan minyak dan gas bumi, sebagai trainer pada berbagai kursus teknis bagi pekerja industri hulu migas dan narasumber pada berbagai seminar.
[ysa]
BERITA TERKAIT: