Pempus Dinilai Kurang Perhatikan Korban Rokatenda

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Selasa, 13 Agustus 2013, 16:44 WIB
rmol news logo Korban akibat meletusnya Gunung Rokatenda di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, membutuhkan bantuan dari berbagai pihak, terutama dari pemerintah pusat (pempus). Tapi sayang, pempus malah sepertinya abai.

"Pemeritah pusat sepertinya tidak terlalu memberikan perhatian," ujar Ketua DPP Partai Hanura Saleh Husin (Selasa, 13/8).

"Apa karena ini jauh dari pemberitaan media sehingga pemerintah pusat kurang begitu serius membantu terutama penanganan para pengungsi? Hal ini bisa terlihat di lapangan," sambung anggota Komisi V DPR dari daerah pemilihan NTT II ini.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT Tini Thadeus pada Minggu (11/8) menjelaskan, korban mengungsi mencapai kurang lebih 3000 jiwa. “Total pengungsi di Sikka sekitar 1600 jiwa dan di Ende sekitar 1400 jiwa,” kata Tini.

Sementara itu, lanjut Tini, dari 5 orang meninggal 2 orang belum ditemukan. Tiga orang yang sudah ditemukan yaitu  Aloysius Lala (65 tahun), Wea Lala (58 tahun), Petrus Ware (69 tahun). Sedangkan dua korban yang masih dalam pencarian yaitu Lengga (5 tahun) dan Pio (7 tahun). 

Korban meninggal tersapu awan panas ketika tidur di pantai Punge, Desa Rokirole. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA