Karena itu, dalam safari ke Indonesia bagian Timur pada 24 Agustus mendatang, Dahlan akan mencoba pesawat tersebut. Perjalanan ini akan dimulai di Bandara Halim Perdanakusuma dengan rute Jakarta-Jember-Sumbawa-Ende-Rote-Atambua.
Perjalanan jauh ini akan dilakukan Dahlan selama kurang lebih tiga hari.
Tentu saja, Bukan Dahlan namanya bila hanya mengunjungi satu tempat saja. Kedatangannya ke Indonesia Timur ini dengan membawa berbagai misi yang memang sudah dijadwalkan sebelumnya.
"Kalau ke Jember liat kelinci, kacang kedelai. Ke Sumbawa liat apa yang bisa diliat di sana. Kemudian Ende/Roteng melihat geotermal. Ke Pulau Rote, Atambua mau lihat panen sorgum dan bioetanol sekalian mengecek hasil pengecekan alat yang dibuat anak SMK yang kita didik waktu itu. Baliknya lewat Pulau Komodo, terus Bali, terus Jakarta," kata Dahlan di Kementerian BUMN, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis malam (1/8)
Di samping itu, sebagaimana dilansir
JPNN, Dahlan juga mengatakan berkisah bahwa di Pulau Rote ada bupati yang sangat hebat sekali. Menurut mantan Dirut PLN ini, Bupati Pulau Rote memiliki keputusan yang sangat berani terhadap peraturan yang selama ini selalu dilaksanakan oleh masyarakat Pulau Rote. Yakni melarang pesta adat dengan memotong ratusan sapi.
"Bupati ini berani melarang pesta adat di sana yang biasanya selalu memotong sapi hingga ratusan. Ini yang menghambat pengentasan kemiskinan, dan akhirnya dia melarangnya. Mereka hanya diperbolehkan memotong satu sapi saja. Hebat dia, bisa merubahnya," tukas pria berusia 62 tahun ini.
[ysa]
BERITA TERKAIT: